Selasa, 22 Januari 2013

PONDOK PESANTREN MODERN


       I.   


  PENDAHULUAN
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan islam dengan kyai sebagai tokoh sentral nya dan masjid sebagai pusat lembaga nya. Istilah pesantren di sebut dengan surau di minagkabau, rangkah di aceh, penyantren di Madura,. pendidikan yang di berikan di pondok pesantren biasanya berkenaan dengan agama dan ahklaq, sebagai pedoman perilaku sehari-hari.
Pesantren merupakan salah satu jenis pendidikan islam Indonesia yang bersifat tradisional untuk mendalami  ilmu agama islam dan mengamalkan nya dengan pedoman menekan pentingnya moral dalam hidup bermasyarakat.
Kehadiran pesantren di tengah masyarakat tidak hanya sebagai lembaga pendidikan tapi juga untuk penyiaran agama dan social ke agamaan. Pesantren berhasil menjadikan dirinya sebagai pusat gerakan pengembangan islam .

    II.            RUMUSAN MASALAH
A. Difinisi dan pengertian pesantren.
B. Sejarah Umum pesantren.
C.  Unsur-unsur pesantren.
D. Jenis-jenis Pesantren

 III.            PEMBAHASAN
A. Difinisi dan pengertian pesantren
Istilah pesantren berasal dari kata pe-santri-an, dimana kata "santri" berarti murid dalam Istilah pondok berasal dari  funduuq (فندوق) yang berarti penginapa Khusus di, pesantren disebut juga dengan nama dayah. Biasanya pesantren dipimpin oleh seorang Untuk mengatur kehidupan pondok pesantren, kyai menunjuk seorang santri senior untuk mengatur adik-adik kelasnya, mereka biasanya disebut lurah pondok] Tujuan para santri dipisahkan dari orang tua dan keluarga mereka adalah agar mereka belajar hidup mandiri dan sekaligus dapat meningkatkan hubungan dengan kyai dan santri.
Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua yang merupakan produk budaya Indonesia. Keberadaan Pesantren di Indonesia dimulai sejak Islam masuk negeri ini dengan mengadopsi sistem pendidikan keagamaan yang sebenarnya telah lama berkembang sebelum kedatangan Islam. Sebagai lembaga pendidikan yang telah lama berurat akar di negeri ini, pondok pesantren diakui memiliki andil yang sangat besar terhadap perjalanan sejarah bangsa.

Pendapat lainnya, pesantren berasal dari kata santri yang dapat diartikan tempat santri Kata santri berasal dari kata Cantrik (bahasa Sansakerta, atau mungkin Jawa) yang berarti orang yang selalu mengikuti guru, yang kemudian dikembangkan oleh Perguruan Taman Siswa dalam sistem asrama yang disebut Pawiyatan Istilah santri juga dalam ada dalam bahasa, yang berarti guru mengaji, sedang  berpendapat bahwa istilah tersebut berasal dari istilah shastri, yang dalam bahasa India berarti orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Terkadang juga dianggap sebagai gabungan kata saint (manusia baik) dengan suku kata tra (suka menolong), sehingga kata pesantren dapat berarti tempat pendidikan manusia baik-baik.

B.  sejarah umum pesantren
Umumnya, suatu pondok pesantren berawal dari adanya seorang  di suatu tempat, kemudian datang santri yang ingin belajar agama kepadanya Setelah semakin hari semakin banyak santri yang datang, timbullah inisiatif untuk mendirikan pondok atau asrama di samping rumah kyai. pada zaman dahulu kyai tidak merencanakan bagaimana membangun pondoknya itu, namun yang terpikir hanyalah bagaimana mengajarkan ilmu agama supaya dapat dipahami dan dimengerti oleh santri Kyai saat itu belum memberikan perhatian terhadap tempat-tempat yang didiami oleh para santri, yang umumnya sangat kecil dan sederhana Mereka menempati sebuah gedung atau rumah kecil yang mereka dirikan sendiri di sekitar rumah kyai. Semakin banyak jumlah santri, semakin bertambah pula gubug yang didirikan] Para santri selanjutnya memopulerkan keberadaan pondok pesantren tersebut, sehingga menjadi terkenal kemana-mana, contohnya seperti pada pondok-pondok yang timbul pada
Pondok Pesantren di Indonesia memiliki peran yang sangat besar, baik bagi kemajuan Islam itu sendiri maupun bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Berdasarkan catatan yang ada, kegiatan pendidikan agama di  telah dimulai sejak tahun 1596. Kegiatan agama inilah yang kemudain dikenal dengan nama Pondok Pesantren. Bahkan dalam catatan - salah seorang pengkaji ke-Islaman di Indonesia, menjelang abad ke-12 pusat-pusat studi di Aceh (pesantren disebut dengan nama  di Aceh) dan Palembang (Sumatera), di Jawa Timur dan di  (Sulawesi) telah menghasilkan tulisan-tulisan penting dan telah menarik santri untuk belajar.
Pesantren pada mulanya merupakan pusat penggemblengan nilai-nilai dan penyiaran agama Namun, dalam perkembangannya, lembaga ini semakin memperlebar wilayah garapannya yang tidak melulu mengakselerasikan mobilitas vertical (dengan penjejelan materi-materi keagamaan), tetapi juga mobilitas horizontal (kesadaran sosia) Pesantren kini tidak lagi berkutat pada kurikulum yang berbasis keagamaan (regional-based curriculum) dan cenderung melangit, tetapi juga kurikulum yang menyentuh persoalan kikian masyarakat (society-based curriculum).[] Dengan demikian, pesantren tidak bisa lagi didakwa semata-mata sebagai lembaga keagamaan murni, tetapi juga (seharusnya) menjadi lembaga sosial yang hidup yang terus merespons carut marut persoalan masyarakat di sekitarnya.
             C. Unsur-unsur pesantren
 1. Pondok
Pondok pada dasarnya adalah sebuah asrama pendidikan islam dimana para siswanya(santri) tinggal bersama di bawah bimbingan seorang guru atau lebih di kenal dengan sebutan kyai. Asrama ini biasanya berada dalam komplek pesantren.
2. Masjid
Masjid merupakan elemen yang tidak bisa di pisahkan dengan pesantren dan dianggap sebagai tempat yang paling tepat untuk mendidik para santri terutama dalam pengajaran kitab-kitab klasik.
3. Pengajian kitab-kitab klisik.
Pengajian kitab-kitab islam klasik merupakan satu-satunya pengajaran formal yang di berikan dalam lingkungan pesantren.
4. Santri
Santri ialah orang yang menuntut ajaran agama islam secara mendalam.tetapi kalau di ikuti dengan pengertian umum, maka santri ialah mereka yang mempelajari agama islam baik yang pergi ke tempat jauh maupun yang dekat dengan niat hendak mengamalkan ilmunya dan menyebarluaskan nya.
5. kyai
Kyai merupakan elmen yang paling esensial dari suatu pesantren, bahkan seringkali merupakan pendirinya. Biasanya pertumbuhan suatu pesantren bergantung kepada kemamapuan pribadi kyainya.[1]
D. Jenis-jenis Pesantren
1. Pesantren salafi
Pesantren yang hanya mengajarkan ilmu agama Islam saja umumnya disebut Pola tradisional yang diterapkan dalam pesantren salafi adalah para santri bekerja untuk kyai mereka - bisa dengan mencangkul, mengurusi empang (kolam ikan), dan lain sebagainya - dan sebagai balasannya mereka diajari ilmu agama oleh kyai mereka tersebut] Sebagian besar pesantren salafi menyediakan asrama sebagai tempat tinggal para santrinya dengan membebankan biaya yang rendah atau bahkan tanpa biaya sama sekali] Para santri, pada umumnya menghabiskan hingga 20 jam waktu sehari dengan penuh dengan kegiatan, dimulai dari  di waktu pagi hingga mereka tidur kembali di waktu malam] Pada waktu siang, para santri pergi ke sekolah umum untuk belajar ilmu formal, pada waktu sore mereka menghadiri pengajian dengan kyai atau ustadz mereka untuk memperdalam pelajaran agama dan al-Qur'an
2. Pesantren modern
Ada pula pesantren yang mengajarkan pendidikan umum, dimana persentase ajarannya lebih banyak ilmu-ilmu pendidikan agama Islam daripada ilmu umum (matematika, fisika, dan lainnya] Ini sering disebut dengan istilah pondok pesantren modern, dan umumnya tetap menekankan nilai-nilai dari kesederhanaan, keikhlasan, kemandirian, dan pengendalian diri] Pada pesantren dengan materi ajar campuran antara pendidikan ilmu formal dan ilmu agama Islam, para santri belajar seperti di sekolah umum atau madrasahPesantren campuran untuk tingkat  kadang-kadang juga dikenal dengan nama, sedangkan untuk tingkat  terletak pada sistemnya. Pesantren memasukkan santrinya ke dalam asrama, sementara dalam madrasah tidak Terdapat pula suatu pondok pesantren induk yang mempunyai cabang di daerah lain, dan biasanya dikelola oleh alumni pondok pesantren induk tersebut.
 IV.            KESIMPULAN
Jadi Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua yang merupakan produk budaya Indonesia. Keberadaan Pesantren di Indonesia dimulai sejak Islam masuk negeri ini dengan mengadopsi sistem pendidikan keagamaan yang sebenarnya telah lama berkembang sebelum kedatangan Islam. Sebagai lembaga pendidikan yang telah lama berurat akar di negeri ini, pondok pesantren diakui memiliki andil yang sangat besar terhadap perjalanan sejarah bangsa.

    V.            PENUTUP
Demikianlah makalah ini saya buat, apabila ada kesalahan dalam penulisan kata penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya, dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya.amien.









 VI.            DAFTAR PUSTAKA
Sholikhin,Muhammad,sejarah peradaban islam,Rasail,Semarang:2004
Rudianto,Frans,Kebangkitan islam di Indonesia,Citra mandala pratama,Jakarta:1994


[1] Sholikhin,sejarah peradaban islam,Rasail,Semarang:2004.